Pages

Selasa, 14 Juni 2016

Hamil Anak Pertama

Memasuki usia kehamilan 5 bulan, alhamdulillah sudah bisa masak dan makan apapun kecuali segala macam jenis mie. Bahkan, sejak belum teridentifikasi hamil sampai saat ini masih mual kalau liat bungkus, iklan dan aromanya. Padahal sebelum hamil, ya ampuuunnn... lumayan sering makan mie instant. Pokoknya setahun maksimal makan 12 bungkus. Misal bulan ini gak makan mie, maka bulan depan bisa ambil jatah bulan lalu. Jadi, makan mie instant 2 kali dalam sebulan deh. Diakumulasi gitu...hehehe...itupun belum termasuk mie ayam dan bakso ...

Hari ini masak tumis jamur mixed wortel dan buncis. Request suami sebenarnya. Katanya, tumis jamurku rasa ayam... padahal gak ada daging ayam secuilpun apalagi kaldu instant. Kami memang menghindari bumbu masak yang ber-MSG. Pernah suatu saat goreng tempe pakai bumbu yang ada MSG-nya, lalu kuberikan sepeotong tempe (fresh from the pan) ke kucing kost... Ajaib, kucing enggak doyan meskipun tempenya udah dingin.

Hamil anak pertama, entah kenapa gak terlalu suka hewani, mayoritas nabati. Tapi suami, kadang suka maksa agar aku mau makan daging. Oya, waktu itu kontrol ke bidan di Puskemas Kelurahan, lalu dikasih resep suplemen. Pas ditukar di apotek, kok ada suplemen penambah darah. Lantas suami berkata, makanya makan daging jadi gak sampai anemia. Ngisin-isini (batin suami). Ya sih, aku juga harus memikirkan janin yang sangat memerlukan nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Cuma mau bagaimana lagi, namanya nyidam.... akhirnya setiap dibelikan daging, diam-diam aku kasih ke kucing kost sebagian. Pantes, kucing kost makin gemuk aja akhir-akhir ini. Wong makanane rendang...

Aku sangat bersyukur, Alloh SWT menganugerahiku momongan (calon momongan) setelah 10 bulan menikah. Terlebih suami yang pernah mengurung diri selama beberapa hari..dan ketika kutanya, ternyata beliau ingin punya anak. Mendengar itu, perasaanku sebenarnya agak kacau. Lalu, tiba-tiba sederet kata-kata bijak keluar. Kehadiran anak adalah kehendak Alloh, dan saat ini Alloh belum mempercayakan kita untuk memilikinya Mas. Mengandung adalah impian setiap wanita yang sudah menikah. Tapi mau bagaimna lagi, hanya tawakal yang bisa dilakukan setelah doa dan usaha. Aku berkata begitu sambil ngempet ingin nangis. Akhirnya suami mengerti dan kembali ceria... Alhamdulillah..

Setelah benar-benar positif hamil, suami jadi gemanaaaa gitu... Apa-apa dituruti. Waktu belum hamil emang sering nurutin apapun yang kuinginkan...tapi pas hamil, semakin deh... Aji mumpung (bercanda). Yang pasti tidak ingin hal negatif terjadi sehingga memepengaruhi kandungan. Oya, Entah gawan bayi atau apa, selama hamil maunya kok nempeeel terus sama suami. Mungkin nanti-nantinya si anak bakal lengket sama bapaknya. Sekarang, kami sudah mulai mengajak janin bicara dan semakin sering ngelus-elus perut. Berharap ada respound dari si janin. aku merasa, janin udah aktif banget. Perutku kaya ditendang-tendang gitu. Sayang, bapaknya belum pernah ngrasain tendangnnya yang kadang kenceng banget sampai aku kaget.

Sekian dulu cerita dari bumil... nasi sudah matang... mau makan dulu... Lagi gak puasa... akibat diare... hikz...see ya...

0 komentar:

Posting Komentar