Pages

Senin, 18 Januari 2016

LDR (sementara= sorry lama-lama)

Memasak, besrsih-bersih, jalan-jalan, nonton film, makan-makan, ngobrol ngalor ngidul, tertawa, dan menangis bersama. Semua telah kami jalani dalam kurun waktu kurang lebih setengah tahun. Dan kini saatnya merasakan sepi serta dinginnya angin malam kembali. Memilih LDR disaat paranoid dengan kata-kata itu, menjadi tantangan untukkku. Mungkin juga untuk suamiku yang basically terbiasa sendiri...hehehehe...
Insya Alloh ini menjadi jalan terbaik sementara untuk kami. Karena aku gak ingin terlalu lama berpisah. Ya memang sih hidup di desa menjadi impianku setelah setengah tahun berada di ibukota dengan demografi penduduknya yang padat banget. Sampai-sampai motorpun naik ke trotoar. Why ever? Tiap kali lampu merah barisan kendaraan bisa mencapai 1km lebih. Saking gak sabar atau terburu-burunya para pengendara jalan nekat naik trotoar. Alhasil tingkat safety trotoar gak terjamin lagi deh (sebenernya emang gak 100% menjamin juga sih. Maut selalu mengintai kapanpun dan dimanapun berada). 
Untuknya yang selalu dan sangat aku cintai plus sayangi, Semoga dikau bisa bertahan jauh dariku (sementara waktu). Suatu saat nanti jika keadaan sudah memungkinkan kita pasti akan bersama lagi. Oya, selama kita LDR aku selalu menanti surat cinta darimu yang sampai detik ini masih menjadi harapan.
Terimakasih atas segala kesabaranmu menghadapiku. Meski gak bisa juga dikatakan jarang marah-marah padaku (hahahaha). Itulah persamaan kita. Gampang mutung tapi gampang sembuh (menurutku sih. Kecuali untuk hal yang sungguh terlalu). Dan hal yang tak pernah kulupakan adalah ketika dikau ikut menangis dikala aku menangis. Saat itu entah mengapa aku merasa dicintai (bikin nagih hahay). Aku percaya jarak bukanlah penghalang untuk kita. Kata kamu dengan LDR (sementara) akan membuat kita semakin kuat. So sweetttt... 
Hanya aku bukanlah sosok yang mudah digomablin. Semua tetap kembali pada realita. Merasa kesepian dan rindu tak berpenghujung tentu saja gak bisa dipungkiri. Apapun minumannya takkan bisa melepasdahagakan perasaan itu. Kadang aku menangis atas keadaan ini. Sama sekali tak pernah ada dalam kamus hidupku LDR pasca menikah. Ya Alloh... semoga aku kuat menjalaninya... Aku yakin sekali bahwa ini takkan berlangsung lama. 
Mas,aku kangen dengan hal-hal so sweet yang selalu kita lakukan setiap hari. Apa saja hal so sweet itu? biarlah hanya kami dan Alloh yang tahu...hehehe... Doaku selalu menyertaimu, Beb...

0 komentar:

Posting Komentar