Pages

Senin, 23 Desember 2019

Berat

Aku merasa teramat berat membawa beban ini sendiri. Ingin segera terlepas dan terbang bebas di udara. Tak pernah kurasakan penat, pusing, cemas, dan takut seperti ini sebelumnya. Karna itu mulailah berharap ada pundak yang mau menopangku seutuhnya. Bukan hanya berat badan, tapi juga 50% masalah yang sedang kupikul.

Sabtu, 07 Desember 2019

Yang Kurindukan III

Goal. Alhamdulillah suapan terakhir masuk maksimal. Begitulah setiap hari di saat pagi, siang, dan sore. Menyuapi anak merupakan salah satu agenda wajib. Tak peduli panas terik matahari membakar kulit yang memang sudah gosong dari sononya, hihihihi. Ya...kemesraan itulah yang terkadang menyebabkan rasa iri itu muncul. Moment dimana ketika seorang ibu bisa mendampingi anak-anaknya 24/7. Menyaksikan tumbuh  kembang mereka secara detail...

Jumat, 06 Desember 2019

Yang Kurindukan II

Melihat kemesraan itu dari balik tirai. Hanya mampu berangan-angan dan tak banyak berharap. Mungkinkah akan merasakannya lagi? Semoga semua ini bukanlah penghalang. Karna, selama bumi masih mengelilingi matahari, selama itu pula aku terus berharap. 

Selasa, 22 Oktober 2019

Yang Kurindukan

Sejarah baru telah dimulai. Saatnya menanggalkan baju identitas emak-emak aka daster. 
Sungguh, waktu itu merupakan hari-hari yang sangat kurindukan. Bersama anak dari mata terbuka hingga terpejam lagi. Dan hari ini, adalah hari yang masih asing bagiku. Di sisi lain, ini merupakan buah dari pohon yang selama ini kutanam...

Selasa, 28 Mei 2019

Lembaran Baru

Hari ini saya kedatangan sahabat lama. Terakhir ketemu sekitar setahun yang lalu waktu silaturahim Idul Fitri di perumahan belakang kolam renang Gading. Sebagai yang ditamoni dan jauh lebih muda saya berusaha lebih banyak diam dan mendengarkan. Padahal sekali bercerita, seandainya itu ditulis bisa jadi sampai 1 lembar kertas folio baru dikasih titik. Meskipun begitu saya tetap setia menyimak kata demi kata yg beliau lontarkan. Mungkin bagi para pengantin baru ini adalah acara talk show yang paling ditunggu2. Karena tema kali ini membahas tentang kehidupan di awal pwrnikahan.
Baiklah, di sini saya akan menceritakan beberapa hal yang tadi siang kami bahas (gaya mau presentasi).
Setiap orang pasti punya masalah. Kecuali dia adalah orang beruntung. Cukuplah mengambil hikmah dari masalah orang lain tanpa harus mengalaminya. Namun kebanyakan orang yg menikah akan mengalami berbagai cobaan sebagai penguji iman mereka dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Ada yang diuji dari hal ekonomi, orangtua, mertua, keturunan, pasangan, ataupun orang ketiga.

Ekonomi
Saya pribadi juga pernah mengalami masa2 di mana harus prihatin. Tinggal di kost2an  berukuran 4mx4m bersama suami. Kalau masak di depan pintu. Kompornya pakai kompor portable yang buat camping. Alhamdulillah masih bisa masak sendiri biar gak kebanyakan micin.

Orangtua
Sebenarnya orangtua saya (ibu) sangat menyayangkan kalau saya resign jadi GTT. Padahal gaji aja gak cukup buat beli bensin sebulan. Apalagi untuk menyambung hidup. Beliau seolah2 kecewa berat dengan keputusan yang saya ambil. Ya.. pokoknya gitu banget deh.. hehe

Mertua
Selama menikah alhamdulillah kedua mertua saya baik. Perubahannya mungkin jadi lebih capek fisik karena tidak ada perempuan di rumah selain ibu mertua. Jadi, sebagai menantu (perempuan) ya sebaiknya membantu pekerjaan beliau... Sejujurnya lebih cenderung ke pemikiran pribadi---> "cuma ngrepotin". Karena bagaimanapun saya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Belum bisa memberikan apa2 selain tenaga.. hehe..

Keturunan
Untuk hal ini kami hanya bisa berusaha dan berdoa, tapi murni Alloh-lah yang menentukan. Alhamdulillah setelah 10 bulan menikah, kami diamanahkan adanya embrio yang sedang tumbuh di rahim saya..

Pasangan
Alhamdulillah saya masih punya kesempatan bisa mutung sama mas bojo lalu dibelikan coklat/ es krim biar sembuh.

Orang Ketiga
No coment deh.. awas aja kalau macem2..😔

Ya begitulah..
Saya tidak s. Bahkan mungkin saya lebih beruntung..




Minggu, 28 April 2019

Pencerahan

Alhamdulillah wasyukurillah akhirnya dapat pencerahan dari teman tentang kegalauanku selama ini. Sangat membantu agar tetap berpikir positif. Terimakasih banyak sist. Tahu tidak, ketika kegalauan itu menyelimuti relung hati, benar benar tak menantikan kabar apapun. Malah semakin lama semakin baik. Tapi sekarang, hem...menunggu hari esok saja berasa menunggu buah tin di halaman kontrakan mateng. Lamaaaaaaaaaa.... Hihihi.. lah pas udah mateng, malah gak ketahuan. Lalu apa yang terjadi? Ok, simak cerita berikut.
Pada suatu hari, di kala gerimis rintik2 dan kami baru saja dari warung bude Weni, tiba2 neneknya El bilang sama aku gini,"mama Rafa..buah tin-nya dah mateng tuh". What???? Ah... Terkejut banget pokoknya. Baiklah mari kita tancap gas tipi2 nak. Lari timik2 sambil gandeng Rafa menuju si pohon. Omo, mungkin belum rejekiku. Buah tin yang selama ini dinanti2, hampir setiap hari kutengok, elus2, nyanyiin lagu, siram dengan penuh cinta, telah membusuk dimakan usia..

Kamis, 28 Maret 2019

Tegas

Tegas memperjuangkan hak. Mungkin pada awalnya lebih banyak diam, kelihatan lemah tak berdaya tapi itu justru karena optimis menunggu hal baik datang tanpa harus menimbulkan huru hara. Sangat yakin ada Alloh SWT di dekatnya. Apalagi Jika sudah bertentangan dengan norma2 yang berlaku, perjuangkanlah. Memang benar silaturahim jangan sampai putus. Tapi review dulu apakah silaturahim itu bermanfaat dan tidak menimbulkan fitnah atau tidak. Karna saya pernah mendengar bahwa silaturahim lebih baik dihentikan jika membawa mudharat daripada kebaikan. Contoh yang lain, ketika di php sama penjual yang suka janji tapi ternyata cuma omdo. Maka, beranikan diri untuk meng-ultimatum namun tetap pilih kata2 yang sopan. Bagaimanapun juga ingin berakhir dengan win win solution. Situ tak rugi dan saya juga dong..

Minggu, 10 Maret 2019

Mie Ayam

Hari ini bisa dibilang masak banyaaakkkk banget. Pagi hari nanak nasi, tumis jamur, goreng tahu tempe, dan sayur bening. Sorenya bikin mie ayam. Dari belanja, racik bumbu, matengin bahan sampai cuci2...semua dilakukan sendiri. Demi apa coba? Demi nurutin kepinginan saja sih. Jadi kan rencananya mau makan mie ayam di mall.. hihihi. Karena gagal paham, rencana tersebut akhirnya batallll...! Sebetulnya ada sisi positifnya juga. Tentu saja jadi lebih irit, higienis, dan gak kebanyakan micin. Ini sudah kesekian kalinya bikin mie ayam. Tapi kali pertama nambahin saus tiram sebanyak 1 sdt. Sebelum2nya mah bener2 bumbu alami ya...

Sabtu, 02 Maret 2019


Minggu, 24 Februari 2019

Syukuran

Tiba2 disuruh siap2 mau langsung dijemput. Katanya ada syukuran kantor. Alhamdulillah... Sayangnya di sana Rafa cuma mau makan pangsit goreng. Aku dan ayahnya Rafa sih kenyang banget. Bebas mau ambil apapun sepuasnya. Semoga ada lagi moment ini hehehe..

Sabtu, 02 Februari 2019

Ramuan Alami

Sejujurnya saya lebih suka ramuan alami  daripada obat2an kimia ketika sakit. Tapi untuk kasus2 tertentu mau gak mau harus minum obat dari dokter. 
Sebagai ibu rumah tangga yang punya anak balita, saya merasa tenang kalau Rafa minum ramuan buatan ibunya. Efeknya memang lama, tapi insya Alloh pasti sembuh. Seperti waktu itu, dia panas sampai berhari2. Sayangnya benar2 gak mau minum sari kacang hijau, baik itu buatan saya maupun beli. Oya sedikit cerita, sejak bayi (sudah MPASI) saya selalu membuat sari kacang hijau untuk menurunkan suhu tubuhnya atau sebagai penambah gizi harian saja. Alhamdulillah sari kacang hijau ampuh dan cocok untuk menurunkan panas si anak. So, dia tak pernah tersentuh antipiretik kimia. Tapi beberapa minggu ini dia gak mau lagi minum sari kacang hijau. Akhirnya waktu itu kita bawa ke dokter. Kata dokter obat penurun panasnya hanya boleh diberikan ketika suhu tubuh di atas 37,5°C. Sebab, jika diberikan dibawah 37,5°C bisa jadi racun. Karna itu jangan sembarangan memberi obat penurun panas dan harus dicek dulu pakai termometer. 


Senin, 14 Januari 2019

Doa

Di dunia ini.... nothing is impossible. Doa salah satu penyebab yang menurut kita tidak mungkin bisa menjadi kenyataan. Seperti impianku yang ingin minum madu asli dan murni langsung dari Sumbawa. Alhamdulillah melalui adikku akhirnya tercapai. Tak selang berapa lama, rasanya kok  ingin sekali punya pohon tin. Pohon tin resmi masuk di bouquet list saat itu juga. Tak pernah kulupa menyebutkannya di dalam doa. Ya..meski hanya sebatang (nanti kan bisa diperbanyak hehe). Ini kali yang namanya rezeki mutlak, tau2 pas lewat depan rumah orang tak dikenal aku ditawarin cangkokan pohon tin plus potnya. Maha besar Alloh atas segala karunia-Nya. Alhamdulillah ya Alloh.. nikmatmu sungguh luarrrrrrr biassaaaa...

Minggu, 13 Januari 2019

Gerimis

Jakarta malam ini sedang diguyur gerimis rintik2 di atas genting namun tetap romantis dan dramatis. Seperti anakku yg terlelap di samping ketek ayahnya. Mungkin sudah kebal dg aroma kecut2nya. Aku malah masih asyik mencet2 keyword. Baru saja selesai nyetrika dan beberes rumah, rasanya tak ingin bergegas tidur menyusul mereka. Biarlah punggung ini bersandar di hangat dinginnya dinding ruang tamu sembari merasakan denyut jantung yg lebih cepat dari biasanya. Lalu, apakah besok pagi denyut jantungku akan kembali normal? Tanyalah pada Alloh SWT di akhir malammu..

Sabtu, 12 Januari 2019

Soto

Hari ini aku bikin soto sokaraja. Favorit banget soalnya. Sampai rela bercapai ria demi sesuap soto di saat situasi kurang mendukung. Ah.. biarlah.. pikirku pagi tadi. Alhamdulillah so far so good ya (bebek silem) keterampilan memasakku hihihi. Besok masak apa nih enaknya? Terong balado? Krecek with coconut milk? Sok-sokan. Lah paling ujung2nya oseng kangkung..