Pages

Selasa, 15 Desember 2015

Surat Cinta

Tiba-tiba ingin sesuatu yang "Apa???"... Sesuai judulnya, aku ingin dikasih surat cinta yas. Seumur-umur belum pernah dapat ... Ingin merasakan sensasi itu... Perasaan senang, malu-malu dengan rona pipi memerah, berdebar-debar... ya...gitu deh pokoknya. Em... kalau di film roman yang pernah aku tonton kebanyakan sih begitu. Eh, wajar juga sebenarnya, soalnya nggak pernah pacaran dan selalu bertepuk sebelah tangan heheehe... It's ok-lah cerita sedikit pas masih remaja. 
Bahkan sampai menikahpun belum pernah dibuatin sama suami... Padahal seingatku, tiga kali sudah kukirim surat cinta untuknya. Isinya sih bukan kata-kata gombal... cos menurut versiku surat cinta gak selamnya berisi kata-kata seperti itu (hayo...seperti apa ni???). Berhubung udah gak kuat menahan rasa, akhirnya suatu hari aku meminta langsung pada suami bahwa aku ingin dibuatkan surat cinta... Ketika itu Suami hanya tertawa sembari berkata bingung apa yang akan ditulis (curang, curang, curang..!!!.). Mendengar itu rasanya benar-benar perih bagai tersayat belati...(alayyyyyyy) lebih tepatnya sih moment pas buat ngambek hahay. So, semakin menjadi-jadi deh... malah minta dikasih bunga and coklat  juga. Tapi, beberapa saat kemudian, kutarik kembali semuanya. Dipikir-pikir kalau minta langsung jadi gak alami. Biarlah suami melakukan itu semua berdasarkan inisiatifnya sendiri...hohoho...

Mas, do you know...aku ingin dibuatin surat cinta yang romantis buanget. Apakah aku harus mengatakan langsung padamu bahwa aku ingin membaca surat cinta... Engkau tahu, aku menulis ini dengan mata berkaca-kaca... Oya, beberapa hari yang lalu aku nulis memo di HP-mu... Itu sebenarnya adalah kode. Tapi, Engkau tetap saja gak mengerti (lagi)... (ngelap air mata)... 

Hemmm... kalau sudah begini, ingin sekali pergi ke tempat yang tinggi dan berteriak... Wahai suamiku tercintah...istrimu ingin dibuatin surat cinta ta ta ta....

Mengertilah Mas... aku ingin dibuatkan surat cinta...surat cinta, dan surat cinta... sekali lagi, surat cinta... 

Rabu, 03 Juni 2015

My Husband and I

Inilah jawaban postingan terakhirku....
Gak pacaran, nyatanya masih bisa menikah... hehehe... Dulu, aku menemui dua pendapat ketika menjadi serorang single. Pertama "masa sih belum punya pacar, masih jauh dong nikahnya". Kedua, "Gak perlu pacaran. Jodohmu udah ditetapkan. Mari kita memantaskan diri selama Dia belum datang". Em...aku termasuk yang mana ya... 
Trimakasih ya Alloh atas rahmat yang Engkau berikan padaku. Entahlah, aku gak ingin pacaran saja. Gak punya alasan lebaynya. Yang pasti, ketika itu belum mengerti apa saja yang dilakukan ketika pacaran. Sampai-sampai pernah browsing "orang pacaran itu ngapain aja sih" dan yang muncul malah cerita-cerita gak bermutu... juga hati kecilku berkata "Aku gak mau..karena diriku hanya untuk suamiku kelak". Hehehe,,, bagi sebagian orang mungkin alasan kedua terlalu ssooookkkk... Tentu saja...Aku orang biasa yangcuma tau sholat wajib ada 17 rakaat... 
Teringat peristiwa masa lalu...heemmm banyak sekali tekanan yang datang... pernah suatu saat ada kalimat yang dilontarkan padaku dan itu cukup menyakitkan. Bagaimanapun juga aku perempuan yang ingin menikah. Begini, "kamu belum punya pacar sampai saat ini... bisa-bisa kamu dilangkahin adikmu. Biasanya kalau sudah dilangkahin jadi malas menikah lho..." dueeerrrr...jleb jleb jleb... saakiiiiitttt... Tapi tetap saja gak menggoyahkan keyakinanku bahwa jodoh akan datang di waktu yang tepat. Aku gak pacaran, aku yakin dia juga... selama bertahun-tahun meyakini hal itu... Alhamdulillah punya banyak teman sharing yang bisa mengarahkanku menjadi lebih baik...
Suamiku... Beliau adalah seseorang yang... yang aneh...xixixixixi... (pisss mas)... BTW kami punya beberapa kesamaan, salah satunya belum mahir dalam hal pacaran tapi berusaha so sweet. Yang sampai saat ini masih belum habis pikir adalah ketika aku njemur baju pakai sarungnya. Kejadiannya pas lagi main di Jakarta (kangen sih) Kebetulan rokku sedang dicuci. Aku cuma bawa satu rok, selebihnya dress pendek dan gamis... Berhubung jemuran berada di luar, akhirnya pakai sarung sebagai penganti rok... Sebenernya ada jarik. Kupikir pakai jarik it's Ok.. tapi gak boleh..alasannya mbok ada yang narik...wkwkwwkwk... ya elaahhh... (tapi bisa juga sih hehe). 
Kamu tahu yasss... Malam ini aku sedang memikirkannya...Sedang apa ya di sana? mungkin sedang mendownload sesuatu... tadi aku mengirimkan banyak sekali data... Trimakasih ya... ^_^ (pukpukpuk). 
22 Juni 2014 pertama kalinya kami bertemu dan tanggal 6 April 2015 adalah tanggal pernikahan kami... Tepat 9,5 bulan kenal. Lumayan singkat... itupun LDR... Setiap bulan kurang lebih hanya bertemu selama 15 jam (sudah termasuk pertemuan pas lebaran, tahun baru dan persiapan menikah)... Haris Amrullah, mybeloved husband... nama yang sudah gak asing lagi sebenarnya... Sejak TK aku pernah mendengar namanya disebut oleh ibuku. Ketika itu aku sedang membuka album foto pernikahan bapak dan ibu, nah di halaman terakhir kulihat ada anak kecil mungil, imut, lucu, dan menggemaskan yang sedang dipangku ibu-ibu (red. Ibunya) lalu akau bertanya, "Bu, niki sinten?" ibu menjawab dengan seuntai senyum..."Niki Mas Haris"... aku bertanya lagi karena saking penasarannya "Mas Haris niku sinten?" Pettt lampu mati (red.lupa apa jawaban ibuku).. Yup yas,,, suamiku hadir ke pernikahan orangtuaku dan waktu itu istrinya sedang di alam roh... 

Kulo seg ngentosi Mas Haris kondur... 

Sabtu, 14 Februari 2015

Sebuah Lagu

Malam ini...ketika sedang mendengarkan sebuah lagu yang berjudul "Takan Ada Gantinya" by Ipang, rasa kangen itu muncul...wuusssss.... seperti hembusan angin... (cieeee) Eh,,,Kangen dengan saudari kost waktu masih jadi mahasiswa lho ya. Tahun 2008-2012 di Pondok Bringin, waduh RT/RW nya lupa, Ngaliyan, Semarang Barat. Yang jelas depan masjid Baiturahim. Kami memberi nama kost tersebut "J-Kost"... Lalu apa kepanjangan dari huruf "J"? Bisa Japan, bisa jenius (meksa), bisa Jomblo, dan lain-lain... Tapi hanya ada satu yang resmi. Huruf "J" diambil dari nama pemilik Kost... namanya Bu Jamal, siapakah Bu Jamal itu? tentu saja istrinya Pak Jamal...hehehe...
Yasss.... udara malam ini begitu dingin, sedingin es krim yang sedang kusantap...nyummmiiii.... maaf ya kalau jadi kepengin... sebenarnya bukan aku yang beli, tapi adekku...dan kurampok begitu saja...gak banyak sih cuma 3sdm... lumayanlah....
Wah, sudah pertengahan Februari... heemmm... sebentar lagi usiaku bertambah setahun... Usia yang tak lagi muda... (red: usia matang xixixxii).... semoga akan ada sesuatu yang baru di hidupku... sesuatu yang telah lama kudambakan... lebih spesifiknya sejak usia 22 tahun...heheehhe... Tapi Alloh belum meng-acc... Ya sudah... harus bersabar lama... 
Sejak lahir sampai saat ini statusku masih "single"... tapi sudah kupagari dengan kawat berduri... bahwa hatiku tidak akan kemana-mana (ciee) Selama menjadi seorang single, yang membuatku tetap bertahan, sebagian besar karena kata mutiara khusus buat para single... oya aku pernah baca statement di kaos oblongnya temanku...begini...single itu nasib atau pilihan... Well...bagiku single adalah sebuah pilihan... Tetap menunggu dan menunggu... Meski banyak yang mengomentari jalan yang kupilih... yaaaa.... gak heran deh...aku yang menjalani dan orang lainlah yang berkomentar...sudah hukum alam begitu (mungkin) hehehe... Selama menunggu, aku belajar menjadi orang yang independent (menurutku begitu)... berusaha melakukan sesuatu sendiri selama masih mampu... apalagi pas malming...cuma bisa baca PM or status temen yang lagi makan nasi goreng bersama kekasihnya... eemmm gak iri sih... (i am serious)...Kupikir menjadi seorang single benar-benar menyenangkan... aku jadi bisa bergaul dengan siapa saja... pergi kemanapun...dan duduk di balkon sambil menikmati suasana sore hari bersama teman-teman... Hem, bukan...bukan teman. Karena mereka lebih pantas disebut sahabat,,, ^_^... Entah mengapa sahabatku perempuan semua,,... mungkin ini yang menyebabkanku agak kaku jika berhadapan dengan lawan jenis... Wah, sudah single istikomah, sahabatnya cewek semua... kumplit... Pernah suatu hari...menurutku ini lumayan mak jleb jleb... Why... ada yang mengatakan bahwa ke-singlelanku dikarenakan aku terlalu selektif dan menutup diri... Tidak hanya itu,,, aku juga pernah ribut dengan ibuku... Ibuku ingin sekali anaknya ditaksir orang, berhubung usianya yang sudah dewasa (23th waktu itu). Tapi aku malah menangis seraya berkata "Aku tidak mau pacaran... Pokoke aku gak akan pacaran. Aku pengen langsung nikah"... Ibuku hanya tersenyum kecut... mungkin bagi beliau.. hal itu tidak akan mungkin terjadi,,,bagaimana bisa langsung menikah... setidaknya ada jeda waktu beberapa tahun (Waw) untuk saling mengenal... Cuma, entah kenapa aku tetap bersikuku bahwa aku ingin langsung menikah titik. No excuse!!!... Jujur saja, aku takut pacaran... seolah-olah itu bukan duniaku (guayaaanneeeee) terserah deh... yang pasti ini ungkapan dari hati saya yang terdalam... hehhehe... Selama ini aku percaya kalau sudah waktunya, pasti akan datang tanpa harus "pacaran"... Yup...Dia akan datang di saat yang tepat.... heemmm...tapi benarkah? tunggu cerita saya selanjutnya...

Selamat malam... selamat beristirahat...