Pages

Senin, 17 Oktober 2016

Aneh

37 week lebih 3days. Insya Alloh partus tanggal 21 Oktober 2016. Tinggal menghitung hari. Eh, biar terkesan lama, menghitung jam aja deh. Bukannya takut sakit, tapi merasa masih ada yang kurang. Belum persiapan ini itu. padahal, setelah dicek and ricek insya Alloh udah cukup tetek bengeknya. misal ada yang terlupa, bisa disiapkan ketika lahir. yang penting selama pasca melahirkan, suami masih ada di sebelahku.

Persiapan Nama
Sampai saat ini sih suami masih dalam tahap merangkai nama. Beliau tertariknya sama nama jawa. Misal: Lare Gedhe Rejeki (asal tulis). Yang begitu-begitu itu modelnya. Aku mah suka yang "kekinian" hehehe. Biar kaya teman-temannya.

LDR
Hubungan jarak jauh dimulai sejak tanggal 13 September-14 Oktober 2016. Lalu, tanggal 15-16 Oktober kemarin suami pulang. Kurleb 34 jam kami bertemu. Lumayanlah. Setidaknya bisa sedikit mengobati rindu. Selain ingin segera bertatap langsung dengannya, aku juga sedang menantikan sesuatu yang menurutku sangat berharga. Surat Cinta. Aku memang sempat ngambek karena tidak dibuat-buatkan surat cinta setelah berkali-kali meminta padanya. Sama sekali tidak meragukan perasaan suami padaku. Hanya ingin merasakan bagaimana rasanya diberi surat cinta. Itu Saja. Mungkin ini sesuatu yang simple. Tapi bagiku, itu justru sangat spesial. Apalagi dari orang yang saling mencintai.

1,5 Tahun Pernikahan
Tepat tanggal 6 Oktober 2016 1,5 tahun pernikahan kami. Tiba-tiba flashback ke peristiwa ketika kami bertemu pertama kalinya. Waktu itu, beliau datang mengenakan kaos warna darkblue gambar kamera. kami ngobrol kira-kira mulai pukul 13.10-15.15 WIB. Selama 2 jam ngobrol ngalor ngidul, dimana pembicaraan itu sebenarnya sangat umum dan membosankan. Tapi karna baru bertemu, cerita apapun tetap menarik. 9,5 bulan masa perkenalan, Alhamdulillah Alloh mengijinkan kami sampai ke tahap pernikahan. Dan sebentar lagi, Insya Alloh lahir buah cinta kami.

Cinta
Aku mencintainya. Perasaan itu muncul tanpa disadari. Bahkan tak terlintas dipikiranku, apakah aku mencintainya. Biasa saja. Lalu, persis 1 hari setelah akad nikah terucap, suami bercerita tentang masa lalunya. Dulu, Beliau pernah mencintai seseorang. Malah sudah membicarakan pernikahan. Here we go, waktu itu suami masih kuliah di Surabaya dan bersedia menenuinya di Jakarta hanya untuk mengatakan "tunggu aku kerja dulu ya?". Tapi sang wanita tidak ingin menunggu. Akhirnya dia menikah dengan pria lain. Sejak saat itu, suami tidak pernah "dekat" dengan wanita lain, selain dikenalkan. Termasuk aku. Entah mengapa, aku merasakan angin cemburu ketika suami bercerita tentang masa lalunya dengan wanita itu. Tapi masih level biasa. Ups...ahaha...aku mencintainya. Ya, begitulah perasaan "ajaib" datang. Meskipun kami sudah menikah, tapi bagiku beliau adalah orang asing yang hadir dalam kehidupanku. Karna selama masa perkenalan, hanya bertemu kurleb 15 kali dan komunikasi intens ya via WA. Telepon paling sebulan sekali kalau dirata-rata. Menyentuhnya saja perlu mengumpulkan keberanian, apalagi bertanya "apa kamu mencintaiku mas?'. Ah, sepertinya sangat belum mungkin kulakukan. Dan semua itu terjadi hampir 0,5 tahun pernikahan. Hari ini, seolah-olah aku sedang merasakan suasana pertama kali aku jatuh cinta padanya. Ingin bertanya, apa kamu mencintaiku?. Eh... belum sempet tanya, tiba-tiba ada WA masuk darinya. LOVE YOU... cuma itu...singkat, padat, jelas. hehehe


0 komentar:

Posting Komentar