Badan mulai drop. Ingin sekali punya waktu untuk diri sendiri. Pergi ke pantai hanya bersama pasangan, lalu berteduh di saung sembari menikmati makanan dan minuman dengan angin sepoi yang akan menghapus kejenuhan. Meninggalkan sejenak si kecil di rumah bertemankan ART. Rasanya kok kejam sekali. Mungkin ini yang membuat saya tak bisa santai. Bagi beberapa orang menitipkan anak seharian agar bisa me time adalah hal mudah. Sayangnya, itu tak "bekerja" untuk saya. Akhirnya hal tersebut membuat stamina mudah turun. Karena kemanapun dan dimanapun, sangat berharap anak2 ada di sisi. Meskipun itu tidak mungkin. Sehingga, saya ingin sekali segera pulang setelah bekerja dan lebih memilih bersama anak dibanding kongkow dengan teman2.
Alhamdulillah wasyukurillah, saya telah dipercaya melahirkan mereka. Mereka benar2 anugerah terindah yang Alloh amanahkan pada kami. Tak memungkiri, keinginan punya anak banyak terus bergejolak di pikiran dan hati. Padahal ada ruang di dalam diri yang meminta agar memenuhi anjuran pemerintah yaitu dua anak cukup. Beradu dan beradu. Ternyata, keadaan membuktikan bahwa anjuran pemerintah insya Alloh yang terbaik.
Semoga kakak dan dedek tumbuh jadi seseorang yang sholeh, penyejuk mata kedua orangtua. Aamiin. Setelah kalian sudah mulai mandiri, seperti mandi, makan, bermain, buang air, dan sejenisnya tanpa bantuan kami lagi, ayah dan ibu ingin sekali menikmati waktu berdua sejenak tanpa kalian. Sekali itu saja... Hehehe..