Hari selasa dan rabu aku pergi ke UNDIP tembalang, nganter sepupunya ade kos tes SNMPTN. Selama dua hari mengembara di sana, emmm...baru bisa berkomentar kalau kampusnya tuh lumayan bagus. Kapan lagi kalau gag sekarang, mumpung ada tujuan and kesempatan berkunjung. Sebenarnya aku sama sekali belum pernah ke sana, so maklum aja setiap lewat TOL Tembalang selalu tengok kanan kiri berharap bisa liat kampus itu, tapi gag pernah tersampaikan cos mungkin emang gag terlihat kalau dari jalan TOL.
Hari kedua di sana, aku bertemu 2 orang laki2 dengan tinggi kira2 168 cm, warna kulit "putih bersih", dan tidak jelek. Mereka adalah teman ade kosku yass. Setelah lama saling diam, tiba2 salah satu dari mereka membuka pembicaraan dengan bercerita tentang penglaman hidupnya. Sebut saja Anton. Anton merupakan alumni UNDIP beberapa tahun lalu. Dia kuliah di Singapura via pertukaran pelajar. Kembali dari Singapura speaking Englisnya Insya Alloh bisa dikatakan very good deh. Dia juga seorang event organizer dan pengarang "novel". mendengar kata Novel, aku sempet tertarik banget dan my curiosity 99 derajat celcius, waw... Yups, aku suka nulis yass... banyak karyaku yang mendapat apresiasi...cieeeee.... meski baru tingkat keluarga : pertama kali mendapat apresiasi ketika duduk di kelas empat SD dan
bapakku sendiri yang memberikan apresiasi itu... Meski hanya kata2 yang
kuterima, tapi benar2 melambungkan hati hingga ke angkasa, tingkat kelas (kls 3 SMP): masuk 3 terbaik (memang hanya 3 siswa yg mendapat nilai B+) dari 40 siswa dan kata guruku udah layak dikirim ke surat kabar dengan beberapa revisi lagi padahal hanya diberikan waktu 5 menit untuk mengarang dengan tema yang sudah ditentukan, lomba nulis cerpen di SMA tingkat mahasiswa KKN (peringkat 3), dan tingkat majalah sekolah: pas liburan semester 3 aku sengaja buat cerpen dan nitip adekku ikut seleksi cerpen terbaik untuk rubrik cerpen majalah ex SMA..jadi penyusup hahahaa..eh malah lolos seleksi..Alhamdulillah...^^ Meski begitu aku belum pernah coba kirim ke majalah or surat kabar...cos perlu kemauan besar dari dalam, susana hati mendukung, dan inspirasi. Kalau ketiga hal tersebut bersatu, ide2 terus mengalir hingga paragraf terakhir (ending)... So gag butuh waktu lama dalam menghasilkan satu karya sastra... haduwh,,, bahasaku kok gini amat ya...
Tak tau apa yang sedang hati ini rasakan..meski milik sendiri. Belum bisa melangkah maju untuk memulai sesuatu yang baru... karena hati belum berhasrat meninggalkan papan ini. Biar saja waktu yang membawaku melangkah lagi. Masih bertahan dan diam. Sungguh sulit... bukankah bumi selalu berputar, planet2 juga tak pernah berhenti mengelilingi matahari... begitu juga dengan jalan hidupku... akan ada episode selanjutnya...
0 komentar:
Posting Komentar