Pages

Sabtu, 09 Juni 2012

A fragile heart

Setiap kejadian itu seperti misteri yang terus mengalir dan tak terduga. Ada klimaks ada juga antiklimaks. Ada masalah pasti ada penyelesaiannya. Bukankah setiap penyakit itu ada obatnya, tapi ada satu yang tak bisa diobati yaitu penyakit "pikun", dalam Al-Qur'an sudah dijelaskan kok. Ketika hati sedang sangat down, otak akan meresponnya. Mungkin bisa dikatakan kondisi sedang "syok". Seiring waktu berjalan syok itu hilang, dan otak pun meresponnya lagi. Saat itu pikiran kembali normal dan santai. Baru deh bisa berpikir layaknya orang lagi stabil.
"A fragile heart". Akhir2 ini banyak kutemui seseorang yang mengatakan statement itu bahkan ada yang mencurahkan hatinya via sms, jejaring sosial dan live (face to face). Apa memang sedang musimnya ya??. Aku tau bagaimana rasanya yass, benar2 mengganggu saluran pernafasan. Yang penting tuh percaya saja kalau memang ditakdirkan iya, pasti iya... anggaplah semua yang terjadi sebagai kerikil kecil yang mengiringi langkah kita. Tidak perlu gegabah untuk mencari pengganti. Slow saja... karena ini bukanlah jawaban dan akhir dari segalanya... Seandainya masih mampu untuk bertahan, why not. Tidak usah membohongi hati dengan mencari hiburan lain kalau memang belum menginginkannya. Hemm tapi ini cocoknya sih buat seseorang yang gag mau memiliki hati bercabang, cukup satu cabang saja, Insya Alloh termasuk si penulis juga hehehee. Alloh masih punya skenario yang tak akan pernah usai sampai kehidupan ini benar2 berakhir. Akan tetap menunggu hingga Alloh sendiri yang mengakhirinya. Akan bertahan dan bertahan hingga Alloh mematahkan pertahananku ini... karena aku sendiri sebenarnya belum mampu untuk melangkah dan menghirup udara baru... Biarlah semua mengalir seperti aliran air.. Yes, I shall strive to keep on standing here even if it so hurts..Insya Alloh...

0 komentar:

Posting Komentar