Hari ini aku pergi ke bank buat withdraw sekaligus transfer uang 10 ribu rupiah ke rekening sendiri. Ortuku ngirim uangnya pas-pasan, so gag ada sisa saldo sama sekali. Soalnya setiap bulan kepotong Rp 2.500,00 sih. Setelah kucek di ATM, "lho kok pas banget, gag ada sisa beberapa ribu rupiah blas". Akhirnya langsung lari ke teller bank dengan nomor antrean A 241.
Ketika menunggu dosen pengembangan pembelajaran IPA SD, seperti biasa utak atik Hp dulu nek gag FB-an ya browsing2. Berhubung Hp utama ketinggalan di kos (kebiasaan buruk suka lupa) akhirnya utak atik Hp bekas punya ibu deh. Sejak pertama kali pakai tuh Hp, baru tadi siang sempet buka inbox. Nah, hari ini aku bener2 dikejutkan dg sesuatu yang so sweet banget, hehehe. Sisa sms2 yang diterima ibu via Hp itu masih ada yang tertinggal and belum dihapus. Cos kesimpen di memori Hp. Ada nomor yang membuat mata terbelalak dan tertawa hebat hingga menusuk ulu hati. Isi sms itu mengingatkanku ketika masih SMA, di saat lagi puncak-puncaknya.
Salah satu sms itu tertulis
"Seandainya waktu bisa disingkat, saya singkat agar cepat sampai tanggal 9. Akupun sangat meridukan sekali untuk bersanding" 2 Maret 2012, 21:52:49
Selanjutnya:
"Bentar lagi AA pulang de, jangan sedih ya" 5 Maret 2012, 19:18:25
Satu lagi:
"Ya sayang...Tiiiiiiiitttttttt (edit)" 8 Maret 2012, 13:27:55
Itu adalah beberapa sms dari sekian banyak sms yang dikirim bapak buat ibu ketika bapak ada urusan di Puewokerto selama 10 hari. Ya Alloh, meski usia bapak sudah 51 tahun dan usia ibu 46 tahun, tapi ternyata kata2 manis bapak masih tetap 17 tahun. Aku sama sekali gag menyangka, ternyata dibalik kedewasaan yang selalu mereka tampakkan tersimpan kemesraan yang terus terpupuk. Seandainya aku tak pernah membaca sms itu, mungkin gag akan terpikirkan olehku walau hanya 1 mm...^_^.
Itulah cinta yang setelah 4 tahun berubah menjadi rasa sayang, nyaman, dan damai ketika bersamanya. Ibuku gag modis, gag cantik (tapi pas muda katanya cantik), gag bisa masak seenak bapak, gag bisa jahit baju, gag bisa naek motor, tapi beliau pandai baca Al-Qur'an (yang buat bapak tertarik) ramah, gag pelit (cos selalu mengajarkanku untuk selalu bersedekah) supel, cerewet, lucu.. makanya aku lebih deket sama ibu, heheehe... sedangkan bapakku adalah seseorang yang gag ada dalam diri ibuku. So mereka bener2 saling melengkapi. Aku berkesimpulan, bapakku telah menerima ibuku seutuhnya..inilah aku apa adanya pak...ya, aku sudah menerimamu apa adanya bu...^_^...
0 komentar:
Posting Komentar