Semakin bertambah usia, tapi belum ada peningkatan yang signifikan. Masih sama sepeti sebelumnya. Ada satu hal yang bener2 belum bisa dirubah fren,,, aku gag berani bobo sendiri. Sejak ditinggal mba kosku yang sekamar sama aku, benar2 kenyataan mengerikan yang harus kuterima. Letak kamar yang berada di dekat balkon tanpa curtain (tirai) hampir di semua jendela, membuatku seperti diteror setiap malam. Berhalusinasi yang terkadang mengagetkanku, ada bayangan orang lewat lah, kepala orang di balkon, dll. Tapi halusinasi itu alhamdulillah tak membuatku colapse (pingsan) hahaha. Tadi malam, aku membuat kekacauan lagi. Bagaimana tidak, semalam teman2 kos tidur di atas jam 12, cos nonton acara masih di dunia lain. Aku uring2an dan membuat keributan dengan bernyayi keras. Mereka protes, cos membuat pendengaran terganggu. Aku kan penakut, suaranya horor plus bobo sendiri, tapi mereka seolah2 gag peduli. Akhirnya, setelah selesai melakukan banyak hal di WC, kubuka pintu kamar dan................trara..ada mba kosku di kamar lagi duduk di depan laptop sambil OL. Ternyata dia gag tega membiarkanku bobo sendiri. Dia terus berada di kamar hingga aku terlelap. Setelah aku tidur, baru dia kembali ke kamarnya. Meskipun sebenarnya aku berani2 saja bobo sendiri, tapi butuh perjuangan. Cos, sebelum tidur aku akan melewati masa2 berkeringat dingin terlebih dulu. ya ampun... kenapa parah banget ya. Jujur saja, seumur2 setiap bobo pasti ada seseorang di sampingku (adeku) dan selama di kos, selalu ada mba kos yang menemani. kalau begini, aku marasa seperti bayi tua yang harus dininabobokan, huuuffftttt. Dan di sisi lain, ini adalah kenangan yang takan terlupa. Terimakasih sist, jadi kaya punya mba beneran...^_^ senangnya...
Oya fren, tentang mba mulip, meski dia dah kembali ke kampung halamannya, dia masih ingat ultahku. Bahkan dia memberi kado untukku, boneka kodok dan bros. Terima kasih mba... aku kangen sama kamu. maaf kemaren gag bisa ketemu. Kenapa sih setiap kamu main ke kos kita jarang bisa ketemu. kamu adalah ex teman sekamarku yang bisa menjadi pendengar setia. Meski terkadang ada cekcok di antara kita, justru itu yang membuatku kangen, heheheh. Aku masih inget perhatian yang kamu berikan pas aku ge sakit gigi. waktu itu kamu beliin bubur dengan berjalan kaki seorang diri, mijitin aku pas hari2 pertama DPT, jalan2 ke mall terus beli burger dan kita rada ilfil sama rasanya yang aneh sampe jam 7 malem naik BRT, saling mentraktir bakso, sholat berjamaah dan kamu selalu menyuruhku jadi imam, tapi kamu sendiri jarang mau,,huh sebel..^_^, memberi komentar dan solusi setiap kali curhat, selalu memberikan kado ketika aku ultah, membelikan kartu perdana XL..tapi sekarang udah hangus... Mba, sekarang aku di kamar sendirian, rasanya sepiii sekali. kenapa ya terasa begitu sepi....
0 komentar:
Posting Komentar