Pages

Kamis, 18 Desember 2014

Hanya Saran :)

Sudah lama tidak ada newer post di blog ini. Haaaah...banyak sekali peristiwa yang telah terjadi, sayangnya juga banyak yang lupa. Masih ada beberapa yang ingat sih, hanya sudah basi kalau ditulis sekarang... :D
Kemarin Sabtu aku ke Jakarta bersama Bapak. Emmm aku pikir tidak perlu dijelaskan apa keperluan kami kesana.Oya, seharusnya saat ini sedang mengolah nilai. Berhubung agak jenuh karena sejak tadi sore koreksi pekerjaan siswa yang uuummmmppppp.... gak sanggup mengatakannya... terlalu memprihatinkan. Likely usual lah... "The Power Of Mendadak" pasti jadi... You will see.... :P
Yasss.... hari ini aku ingin bercerita tentang kehidupan orang dewasa... Orang dewasa yang kumaksud adalah "Beliau" yang tak lama lagi akan memasuki usia perkawinan Perak (25 tahun menikah).... Memang benar, kedewasaan seseorang tak bisa diukur dari seberapa banyak usia... Biarpun sudah tergolong manula (50 tahun keatas) tapi ada juga yang belum bisa menjadi teladan layaknya orang tua "sesungguhnya".. Barangkali masih mencari jati diri wkwkwwkwk.... (kasihan)... Apa benar bahagia itu diukur dari banyaknya harta yang dimiliki atau kekuasaan yang saat ini sedang dibanggakannya. Bebas mencari kesenangan tanpa memikirkan adanya orang terdekat yang sedang membutuhkan perhatian intens. Ya Alloh... menyaksikan fenomena seperti itu benar-benar menyayat hati... Dalam benakku, apalah arti kekuasaan dan harta berlimpah tapi tidak ada keharmonisan yang menyelimuti... 
Semoga aku, kamu, kita semua, kelak diberi kehidupan yang harmonis bersama orang terkasih... :) aamiin.... Tidak perlu berlimpah, yang penting cukup... Tapi harus halal dan toyibah biar berkah... Kalau berkah insya Alloh bahagia... 
Eh jadi  cerita nih... percaya gak percaya kalau sesuatu yang berkah meski sedikit, bakalan awet... suer deh... Waktu itu aku pernah punya keinginan membeli sesuatu dan harganya (bagi saya) cukup mahal... nyaris separuh gaji sebulan (WB)... Kalau dihitung-hitung sisa uangnya gak bakalan cukup buat bensin dan pulsa sebulan. Lalu aku berdoa... "Ya Alloh, aku ingin membeli "sesuatu itu"... tapi gajiku suaaaaaanggggaaaattttttttttttt minim. Mau minta ibu gak kepenak. Engkau Maha Kaya. Aku yakin pasti akan ada jalan". Hampir setiap hari berdoa seperti itu... Beberapa hari kemudian, ada teman guru, beliau sudah PNS tiba-tiba memanggilku dan memberikan amplop putih. Sempat kaget tapi seneng juga sih..awalnya kutolak, soalnya merasa gak pernah melakukan apapun untuk beliau. Tapi namanya rejeki, masa ditolak... Sesampainya di rumah.... perlahan-lahan kubuka amplop putih itu yang seolah-olah sedang tersenyum manis padaku... daaaannnnn jreng jreng jreng.... jumlah uang yang ada di dalam amplop sesuai, tepat, pas, gak kurang and gak lebih dengan harga barang yang aku inginkan... Subhanalloh... Trimakasih ya Alloh.... :)
Cerita kedua... serupa tapi tak sama... intinya dapat amplop yang isinya sesuai dengan harga barang yang diinginkan... Jadi, ketika butuh...curhat aja sama Alloh... tentunya disertai usaha... Alloh maha mengetahui... Ya Dia tahu bagaimana perjuangan seorang WB sepertiku... (xixixixi)... Tapi...aku sangat menikmati semua ini... Aku bersyukur ditakdirkan menjadi seorang pengajar... Passion banget pokoE... 
Em... mumpung lagi ada mood nulis nih... mau sedikit kasih saran buat seseorang yang katanya sekarang (baru jadi) jomblowati... Menurutku selama hati belum sepenuhnya klik (masih ada ganjalan) lebih baik menunggu sampai hati benar-benar klik.... Meski kamu suka dia, tapi situasi belum mengijinkan, lebih baik dipendam... waktu yang akan menjawab apakah dia memang baik buat kamu atau tidak... kagumi saja dari jauh... kalau memang Alloh mengijinkan, perasaan itu pasti akan bersambut... kalau tidak ya sudah... move on... Lalu siap-siap saja mengalami masa-masa "tersiksa" dengan perasaan kamu sendiri (heleeehhhhh) tapi itulah proses yang mesti dilalui. Normal. Kalau nyanggah "gak bakalan tersiksa laaahhhh" kemungkinan kamu sebenarnya gak cinta sama dia wkwkwwkwk.... terima saja... pohon sabar memang pahit tapi buahnya teramat manis... Kalau ada gantinya yang baik (bukan lebih baik ya,,,karna dia memang gak berhak dibanding-bandingkan dengan orang yang nantinya akan bersamamu) Oya, kalau kamu juga berpikir bahwa "pacaran" bukan dunia kamu, maka hindarilah...gak perlu mengikuti trend atau omongan orang yang ngatain kamu  tuh"selektif, menutup diri, gak gaul dll",,,, karna suatu hari kamu akan mengerti bahwa apa yang kamu lakukan adalah tepat. Dan aku yakin kamu gak akan menyesal telah melakukan itu semua... Hatimu harus kamu berikan seutuhnya untuk seseorang yang HALAL!!!!!.... :)))




0 komentar:

Posting Komentar