3 tahun bersama, benar-benar terasa singkat. Waktu berjalan terlalu cepat melebihi seharusnya. Satu lagi akan pergi meninggalkan kami di rumah ini. Bagaimana kalau pada akhirnya akan saling melupakan dan ikatan persaudaraan putus. Naudzubillah, semoga tak terjadi. Teman sekamarku sudah pasang kuda-kuda untuk melangkah meninggalkan kami. Berat melepasnya (W), karna bagaimanapun juga terselip rasa sayang pada dirinya. Dia yang selalu membantuku beres-beres kamar, menemaniku pergi, tempat berbagi cerita, tempat meminta kesediaannya membantu dikala sedang susah, etc. Yah...meski terkadang membuatku BT heheheheh. Manusiawi kok. Aku pikir dia juga begitu. Dengan ade kandung saja sering BT. Tentu saja, karna kita manusia. BT bukan berarti benci, tapi karna sudah biasa.
Perasaan itu muncul ketika atmosphere kos berubah sepi. Lalu, apakah aku juga akan merasakan imbasnya? Tak ada teman sekamar lagi yang bisa kuajak bercerita tentang hati, peristiwa, dan kekesalan. Dulu sebelum mba kosku yang sebelumnya juga pergi (M), dia selalu mendengarkan segala ceritaku dengan baik dan mau memberikan komentar. So, aku nyaman sekali bercerita kepadanya.
Fren, Aku takut kesepian....
Tapi aku gag perlu seresah itu (cheer me up), cause ada seorang teman (E) di rumah ini dan kami memiliki kesamaan khususnya dalam hal makan..hehehhehe. Iya, setiap pergi dengannya ujung-ujungnya wisata kuliner. Aku juga gag ngerti, kenapa badanku tetep kecil (alhamdulillah) padahal di balik itu semua, nafsu makanku besar. oya, dia baik dan cantik. Tapi aku rasa sebenarnya dia sangat sibuk, meski gag pernah mengatakan "aku sibuk dan sangat sibuk Os.." entah mengapa hatiku mengatakan demikian. Emm...tidak, mungkin hanya perasaanku saja yang lebay.
Terkadang sendiri itu indah. Ketika ingin melakukan sesuatu tanpa orang lain yang mengganggu benar-benar menyenangkan. Sayangnya, keindahan itu hanya berkadar 10%. Selebihnya akan sangat indah kalau banyak orang di samping kita. Ya Alloh, kok tiba-tiba aku jadi takut, takut kesepian. Selama setengah tahun lebih harus seperti inikah? Kecuali jika Engkau menghadirkan seseorang yang baik untuk menemaniku seperti sebelum-sebelumnya. Aku akui, di rumah ini sebenarnya tak sesepi yang kuceritakan, tapi seseorang yang benar-benar menjadi "teman dalam kondisi apapun" hampir semuanya pergi. Sedangkan mereka yang lain, sibuk dengan urusan masing-masing (ngajar, keluar bersama steady, dll). Meskipun demikian, aku ucapkan terimaksih untuk mba kosku (E) yang selama ini selalu menemaniku. Aku sayang padamu mba...^_^...meski kadang kamu juga sibuk bersamanya, heheheh...
Ya Alloh, aku takut sepi... Aku ingin Engkau menghadirkan seseorang lagi untuk menemaniku...agar perasaan paradoks itu tak berlaku lagi...please...
0 komentar:
Posting Komentar