Inilah jawaban postingan terakhirku....
Gak pacaran, nyatanya masih bisa menikah... hehehe... Dulu, aku menemui dua pendapat ketika menjadi serorang single. Pertama "masa sih belum punya pacar, masih jauh dong nikahnya". Kedua, "Gak perlu pacaran. Jodohmu udah ditetapkan. Mari kita memantaskan diri selama Dia belum datang". Em...aku termasuk yang mana ya...
Trimakasih ya Alloh atas rahmat yang Engkau berikan padaku. Entahlah, aku gak ingin pacaran saja. Gak punya alasan lebaynya. Yang pasti, ketika itu belum mengerti apa saja yang dilakukan ketika pacaran. Sampai-sampai pernah browsing "orang pacaran itu ngapain aja sih" dan yang muncul malah cerita-cerita gak bermutu... juga hati kecilku berkata "Aku gak mau..karena diriku hanya untuk suamiku kelak". Hehehe,,, bagi sebagian orang mungkin alasan kedua terlalu ssooookkkk... Tentu saja...Aku orang biasa yangcuma tau sholat wajib ada 17 rakaat...
Teringat peristiwa masa lalu...heemmm banyak sekali tekanan yang datang... pernah suatu saat ada kalimat yang dilontarkan padaku dan itu cukup menyakitkan. Bagaimanapun juga aku perempuan yang ingin menikah. Begini, "kamu belum punya pacar sampai saat ini... bisa-bisa kamu dilangkahin adikmu. Biasanya kalau sudah dilangkahin jadi malas menikah lho..." dueeerrrr...jleb jleb jleb... saakiiiiitttt... Tapi tetap saja gak menggoyahkan keyakinanku bahwa jodoh akan datang di waktu yang tepat. Aku gak pacaran, aku yakin dia juga... selama bertahun-tahun meyakini hal itu... Alhamdulillah punya banyak teman sharing yang bisa mengarahkanku menjadi lebih baik...
Suamiku... Beliau adalah seseorang yang... yang aneh...xixixixixi... (pisss mas)... BTW kami punya beberapa kesamaan, salah satunya belum mahir dalam hal pacaran tapi berusaha so sweet. Yang sampai saat ini masih belum habis pikir adalah ketika aku njemur baju pakai sarungnya. Kejadiannya pas lagi main di Jakarta (kangen sih) Kebetulan rokku sedang dicuci. Aku cuma bawa satu rok, selebihnya dress pendek dan gamis... Berhubung jemuran berada di luar, akhirnya pakai sarung sebagai penganti rok... Sebenernya ada jarik. Kupikir pakai jarik it's Ok.. tapi gak boleh..alasannya mbok ada yang narik...wkwkwwkwk... ya elaahhh... (tapi bisa juga sih hehe).
Kamu tahu yasss... Malam ini aku sedang memikirkannya...Sedang apa ya di sana? mungkin sedang mendownload sesuatu... tadi aku mengirimkan banyak sekali data... Trimakasih ya... ^_^ (pukpukpuk).
22 Juni 2014 pertama kalinya kami bertemu dan tanggal 6 April 2015 adalah tanggal pernikahan kami... Tepat 9,5 bulan kenal. Lumayan singkat... itupun LDR... Setiap bulan kurang lebih hanya bertemu selama 15 jam (sudah termasuk pertemuan pas lebaran, tahun baru dan persiapan menikah)... Haris Amrullah, mybeloved husband... nama yang sudah gak asing lagi sebenarnya... Sejak TK aku pernah mendengar namanya disebut oleh ibuku. Ketika itu aku sedang membuka album foto pernikahan bapak dan ibu, nah di halaman terakhir kulihat ada anak kecil mungil, imut, lucu, dan menggemaskan yang sedang dipangku ibu-ibu (red. Ibunya) lalu akau bertanya, "Bu, niki sinten?" ibu menjawab dengan seuntai senyum..."Niki Mas Haris"... aku bertanya lagi karena saking penasarannya "Mas Haris niku sinten?" Pettt lampu mati (red.lupa apa jawaban ibuku).. Yup yas,,, suamiku hadir ke pernikahan orangtuaku dan waktu itu istrinya sedang di alam roh...
Kulo seg ngentosi Mas Haris kondur...
0 komentar:
Posting Komentar